Geram dengan adanya Jadwal Ganjil Genap? Ini dia alasannya

jadwal ganjil genap

Memang, adanya aturan ganjil genap kerap membuat para pengguna kendaraan kebingungan dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya. Bagaimana tidak, aktivitas yang ditempuh dengan kendaraan yang dimiliki tidak bisa digunakan oleh sebagian daerah di suatu waktu tertentu. Tentunya hal tersebut membuat kesal bagi beberapa orang. Terlebih lagi mereka yang memiliki satu kendaraan pribadi dan memiliki rutinitas yang padat.

Namun, apakah kalian tahu apakah alasan dibalik peraturan tersebut?

Kita ssemua tahu bahwa Ibu Kota Indonesia (Jakarta) merupakan kota yang tidak pernah kalah soal masalah akut mengenai kemacetan. Maka dari itu, harus ada berbagai cara dan upaya untuk mengatur dan mentertibkan lalu lintas Ibu Kota Indonesia kita ini.

Nah, awal berlakunya sistem ganjil genap ini ditetapkan pada tanggal 30 Agustus 2016, sebagai pengganti aturan 3 in 1. Pada mulanya, jadwal ganjil genap ditetapkan pada beberapa wilayah saja, yakni wilayah yang tidak terlalu besar. Hanya di Jalan Gatot Subroto dan Jenderal Sudirman.

Namun, Baru-baru ini, pada even Asian Games 2018, peraturan mengenai jadwal ganjil genap merambah hingga ke jalur-jalur lain. Tujuannya tak lain agar kondisi lalu lintas Kota Jakarta menjadi lancer dan lowong, sehingga kendaraan para atlet pun juga menjadi lancar. Dan, ternyata upaya yang diusung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu membuahkan hasil. Kendaraan yang melintas kecepatannya meningkat hingga 30 persen dengan adanya peraturan ganjil genap tersebut. pengguna angkutan umum pun menjadi semakin banyak.

Usaha yang membuahkan hasil ini, akhirnya menjadi sebuah inovasi bagi Kota Jakarta. Oleh karena itu, aturannya ingin terus dilanjutkan oleh pemerintah. Dan sampai sekarang pun, masih diterapkan aturan tersebut. Masih bingung dengan info peraturan ganjil genap? Daerah mana saja yang ditetapkan? Mari baca ulasan berikut:

Baca Juga :  Cara Modifikasi Vespa Menjadi Sepeda Balap

Ganjil genap, berarti membatasi jalannya mobil tertentu berdasar penanggalan dan juga plat nomor. Pada tanggal yang ganjil yakni (1,3,5,7, dan seterusnya), maka mobil dengan plat nomor berakhiran ganjil lah yang memiliki kebebasan melaju. Dan jika pada tanggal yang genap, (2,4,6,8, dan seterusnya), mobil dengan plat nomor genap lah yang boleh bebas lewat. Nah, jika ada kendaraan yang melanggar aturan tersebut, maka pengguna kendaraan pun akan dikenakan sanksi.

Mengenai waktu berlakunya, peraturan ganjil genap ini berlangsung dari hari Senin – Jumat, mulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Lalu lanjut lagi di jam 16.00 sampai 20.00 WIB. Adapun khusus hari Sabtu dan Minggu, peraturan ini diliburkan. Jadi untuk kalian yang ingin bertamasya di hari libur, bebas-bebas saja. Oleh karena itulah, weekend memang terkenal hari yang macet ya.

Lalu, rute mana saja yang ditetapkan jadwal ganjil genap?

  1. Jalan Medan Merdeka Barat,
  2. Jalan M.H. Thamrin,
  3. Sebagian Jalan Jenderal S. Parman
  4. Jalan Gatot Subroto,
  5. Jalan H.R. Rasuna Said,
  6. Jalan Jenderal M.T. Haryono,
  7. Jalan Jenderal D.I. Panjaitan,
  8. Jalan Jenderal Sudirman, dan
  9. Jalan Jenderal Ahmad Yani

Namun, ada beberapa kalangan yang tidak menyandang aturan tersebut. mau tau siapa saja?

  1. Presiden dan Wakil Presiden,
  2. Ketua MPR, DPR, dan DPD,
  3. Ketua MA/MK/Komisi Yudisial/Badan Pemeriksa Keuangan,
  4. Kndaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta tamu Negara
  5. Kendaraan Dinas seperti TNI, POLRI.
  6. Kendaraan Pemadam Kebakaran,
  7. Sepeda Motor
  8. Kendaraan yang membawa pasien atau Unit Gawat Darurat
  9. Kendaraan yang membawa masyarakat penyandang disabilitas
  10. Kendaraan yang memiliki kepentingan tertentu seperti kendaraan pengangkut uang (seperti Bank Indonesia, dsb).